Mengenal Binge Eating Disorder, Gangguan Makan Berlebihan
- by Agnes veronica lasut
- Editor Yokbeth E Kubiari
- 17 Jan 2026
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari: Makan adalah kebutuhan mendasar dari semua makhluk hidup, tetapi jika berlebihan maka akan mengancam kesehatan. dalam artikel kali ini akan dibahas tentang gangguan makan Binge Eating Disorder.
Dilansir dari mayo clinic Binge Eating Disorder (BED) atau gangguan makan berlebihan adalah gangguan makan serius yang ditandai dengan episode makan dalam jumlah sangat banyak dalam waktu singkat biasanya lebih besar dari apa yang kebanyakan orang makan dalam situasi serupa dengan perasaan tidak mampu mengendalikan perilaku makan tersebut.
BED dikategorikan sebagai gangguan kejiwaan karena bukan sekadar kebiasaan makan, tetapi melibatkan faktor psikologis yang kompleks, BED berbeda dari perilaku makan biasa orang tanpa BED bisa mengendalikan makan mereka, sedangkan pada BED rasa kehilangan kendali itu berulang dan menyebabkan tekanan emosional serius.
Dilansir National Institute Of Diabetes And Digestive And Kidney Diseases penyebab Binge Eating Disorder adalah campuran faktor yang berkaitan dengan gen , pikiran dan perasaan terutama tentang berat badan dan bentuk tubuh serta masalah budaya dan sosial dan lingkungan, Gangguan makan berlebihan juga telah dikaitkan dengan depresi dan kecemasan .
Adapun gejala penderita Binge Eating Disorder seperti yang dilansir dari National Institute Of Diabetes And Digestive And Kidney Diseases :
- Makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat
- Merasa kurang memiliki kendali atas pola makan misalnya tidak dapat berhenti makan atau mengendalikan apa dan berapa banyak yang di makan.
- Makan lebih cepat dari biasanya selama episode makan.
- Makan dalam jumlah besar meskipun tidak lapar.
- Makan sendirian karena malu dengan jumlah makanan yang dimakan.
- Merasa jijik, depresi, atau bersalah setelah makan berlebihan.
Jika BED tidak diobati maka akan menyebabkan dampak serius untuk fisik dan mental seperti Penambahan berat badan atau obesitas, Risiko lebih tinggi terhadap diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan gangguan jantung, Gangguan pencernaan seperti GERD, Depresi, kecemasan, isolasi sosial, dan rendahnya kualitas hidup.