Teater Butuh Pendalaman Peran dan Karakter
- by Nadiar
- Editor Agrani Sihombing
- 19 Jan 2026
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Anggota Teater Anyar Muhammad Fahlevi menegaskan pentingnya pendalaman karakter dalam seni peran. Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber Obrolan Komunitas di Pro 1 RRI Palembang, Jumat 9 Januari 2026.
Menurutnya, pemeran harus menjiwai karakter antagonis maupun protagonis secara utuh. Hal itu akan membuat pertunjukan teater tampil lebih kuat dan menyentuh emosi penonton.
“Karakter yang mendalam membuat panggung terasa hidup,” ujarnya. Ia menyebut pengalaman paling berkesan saat memerankan tokoh nenek tua dalam sebuah pertunjukan.
Fahlevi menjelaskan bahwa pendalaman karakter bisa dilakukan lewat meditasi. Pemain juga perlu membayangkan karakter sambil memejamkan mata dan mendengar suara alam.
“Riasan, suara, gerakan, hingga kostum ikut menentukan kekuatan karakter,” tuturnya. Ia menilai proses ini membutuhkan ketekunan dan latihan intens.
Teater Anyar terbentuk dari antusiasme mahasiswa yang ingin tampil di atas panggung. Kini, komunitas ini semakin berkembang dengan banyaknya minat mahasiswa baru.
Fahlevi menyebut peran antagonis justru lebih menantang bagi pemain. Karakter ini memungkinkan ekspresi marah atau tertawa bebas di atas panggung.
Sebaliknya, peran protagonis menuntut penghayatan dalam menunjukkan rasa bahagia dan sedih. Latihan harus dilakukan berulang hingga mencapai kedalaman emosi yang diinginkan.
“Kadang satu peran bisa kami latih selama dua minggu,” katanya. Ia menilai latihan terus-menerus menjadi kunci penampilan yang kuat dan konsisten.
Fahlevi juga menyampaikan cita-cita Teater Anyar ingin menyatukan komunitas teater kampus di Palembang. Ia berharap mahasiswa bisa menyalurkan minat seni secara positif.
“Walau pembina dan anggota masih terbatas, kami tetap semangat,” tegasnya. Ia mengajak generasi muda agar terus mencintai seni peran.
“Teater tidak akan mati di tangan orang seni,” pesan Fahlevi menutup sesi bincang. Ia berharap semangat berteater terus tumbuh lintas generasi.