BBPOM Hadirkan Inovasi "AGI JAKK" Kawal Legalitas UMKM
- by Muhammad Rokib
- Editor Rino Kartono Mawardi
- 15 Jan 2026
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak menegaskan komitmennya dalam mengawal keamanan serta legalitas produk UMKM di wilayah Kalimantan Barat. Sebagai regulator dan pengawas, BBPOM tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pendampingan intensif bagi para pelaku usaha.
Kepala BBPOM di Pontianak, Hariani, menjelaskan bahwa ruang lingkup pengawasan instansinya mencakup sediaan farmasi dan pangan, mulai dari obat-obatan, kosmetik, obat tradisional, suplemen kesehatan (vitamin), hingga pangan olahan.
Menurut Hariani, setiap produk yang beredar wajib memenuhi standar ketat agar masyarakat terlindungi. BBPOM memastikan produk tidak hanya sekadar layak konsumsi, tetapi harus memenuhi tiga kriteria krusial yakni aman atau tebas dari bahan berbahaya. Kemudian, bermutu sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan, serta berkhasiat memberikan manfaat sesuai dengan klaim produknya.
"Bukan hanya aman atau bermutu saja, ketiga-tiganya harus terjamin. Itulah tugas dan fungsi kami dalam melindungi masyarakat," ujar Hariani saat menjadi narasumber pada dialog ruang terbuka dengan tema Menjamin Kehalalan dan Keamanan Produk di 5CM Untan Pontianak disiarkan langsung melalui kanal Pro1 RRI Pontianak, Kamis, 15 Januari 2026.
Menyadari besarnya potensi UMKM di Kalimantan Barat, BBPOM Pontianak meluncurkan inovasi bertajuk AGI JAKK (Aksi Dampingi dan Jangkau UMKM Kalbar). Program ini dirancang khusus untuk merangkul pelaku usaha yang seringkali merasa terkendala oleh keterbatasan modal maupun pemahaman regulasi. "Baru niat saja sudah bisa daftar di AGI JAKK. Kami dampingi mulai dari awal," ujar Hariani.
Melalui program ini, BBPOM akan melakukan klasifikasi produk berdasarkan tingkat risiko, mulai dari risiko rendah, risiko sedang dan risiko tinggi.
Dalam pelaksanaannya, BBPOM tidak bekerja sendiri. Pihaknya bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta dinas terkait lainnya untuk memastikan UMKM mendapatkan kemudahan dalam memperoleh legalitas produk.
Hariani juga mengingatkan bahwa peluang UMKM di Kalimantan Barat sangat luas, tidak hanya terbatas pada sektor kuliner atau pangan olahan saja. "Tidak hanya bisa bergerak di kuliner, tapi juga kosmetik atau obat tradisional. Potensi di Kalimantan Barat ini sangat besar dan beragam. Kami siap mengawal hingga produk tersebut memiliki legalitas resmi," ucap Hariani.
Baca juga :
Fasilitas UMKM Obat dan Makanan melalui AGI JAKK